<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rindam Iskandar Muda Nanggroe Aceh Darussalam &#187; Sejarah</title>
	<atom:link href="http://rindamiskandarmuda.mil.id/category/sejarah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rindamiskandarmuda.mil.id</link>
	<description>Resimen Induk Daerah Militer, Iskandar Muda, Nanggroe Aceh Darussalam, TNI Angkatan Darat</description>
	<lastBuildDate>Wed, 09 May 2012 03:53:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>SEJARAH MASJID RAYA BAITURRAHMAN</title>
		<link>http://rindamiskandarmuda.mil.id/biografi-teuku-umar/</link>
		<comments>http://rindamiskandarmuda.mil.id/biografi-teuku-umar/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2012 02:59:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eko mulyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[NAD]]></category>
		<category><![CDATA[Rindam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rindamiskandarmuda.mil.id/?p=6688</guid>
		<description><![CDATA[Masjid Raya Baiturrahman adalah sebuah masjid yang berada di pusat Kota Banda Aceh. Masjid ini dahulunya merupakan masjid Kesultanan Aceh. Masjid Raya Baiturrahman merupakan salah satu masjid termegah di Asia Tenggara. Masjid ini berada di pusat kota Banda Aceh yang bersebelahan dengan pasar tradisional Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam, Indonesia. Masjid yang menempati area kurang lebih empat hektar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><a href="http://rindamiskandarmuda.mil.id/wp-content/uploads/2012/01/Baiturrahman.jpg"><img class="size-medium wp-image-6690 alignleft" title="Baiturrahman" src="http://rindamiskandarmuda.mil.id/wp-content/uploads/2012/01/Baiturrahman-300x193.jpg" alt="" width="300" height="193" /></a>Masjid Raya Baiturrahman</strong> adalah sebuah masjid yang berada di pusat <a title="Banda Aceh" href="http://acehpedia.org/Banda_Aceh">Kota Banda Aceh</a>. Masjid ini dahulunya merupakan masjid Kesultanan Aceh.<br />
Masjid Raya Baiturrahman merupakan salah satu masjid termegah di Asia Tenggara. Masjid ini berada di pusat kota Banda Aceh yang bersebelahan dengan pasar tradisional Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam, Indonesia. Masjid yang menempati area kurang lebih empat hektar ini berarsitektur indah dan unik, memiliki tujuh kubah, empat menara dan satu menara induk. Ruangan dalam berlantai marmer buatan Italia, luasnya mencapai 4.760 m2, dan dapat menampung hingga 9.000 jama‘ah. Di halaman depan masjid terdapat sebuah kolam besar, rerumputan yang tertata rapi dengan tanaman hias dan pohon kelapa yang tumbuh di atasnya.<br />
Masjid Raya Baiturrahman adalah simbol religius, keberanian dan nasionalisme rakyat Aceh. Masjid ini dibangun pada masa <a title="Sultan Iskandar Muda" href="http://acehpedia.org/Sultan_Iskandar_Muda">Sultan Iskandar Muda</a> (1607-1636), dan merupakan pusat pendidikan ilmu agama di Nusantara. Pada saat itu banyak pelajar dari Nusantara, bahkan dari Arab, Turki, India, dan Parsi yang datang ke Aceh untuk menuntut ilmu agama.<br />
Masjid ini merupakan saksi bisu sejarah Aceh. Masjid ini merupakan markas pertahanan rakyat Aceh ketika berperang dengan Belanda (1873-1904). Pada saat terjadi Perang Aceh pada tahun 1873, masjid ini dibakar habis oleh tentara Belanda. Pada saat itu, Mayjen Khohler tewas tertembak di dahi oleh pasukan Aceh di pekarangan Masjid Raya. Untuk mengenang peristiwa tersebut, dibangun sebuah monumen kecil di depan sebelah kiri Masjid Raya, tepatnya di bawah pohon ketapang. Enam tahun kemudian, untuk meredam kemarahan rakyat Aceh, pihak Belanda melalui Gubernur Jenderal Van Lansnerge membangun kembali Masjid Raya ini dengan peletakan batu pertamanya pada tahun 1879. Hingga saat ini Masjid Raya telah mengalami lima kali renovasi dan perluasan (1879-1993).<br />
Peristiwa sejarah yang terakhir adalah terjadinya bencana tsunami 24 Desember 2004. Ketinggian dan derasnya air tsunami hingga 2 meter yang hampir menggenangi ruangan dalam Masjid Raya, menjadi saksi sejarah bagi kebanyakan orang yang selamat ketika berlindung di Masjid Raya. Setelah air tsunami surut, di dalam Masjid Raya dijadikan tempat meletakkan ribuan jenazah korban tsunami.<br />
Sewaktu Belanda menyerang kota Banda Aceh pada tahun 1873, masjid ini dibakar, kemudian pada tahun 1875 Belanda membangun kembali sebuah masjid sebagai penggantinya.<br />
Mesjid ini berkubah tunggal dan dapat diselesaikan pada tanggal 27 Desember 1883. Selanjutnya Mesjid ini diperluas menjadi 3 kubah pada tahun 1935. Terakhir diperluas lagi menjadi 5 kubah (1959-1968).<br />
Masjid ini merupakan salah satu masjid yang terindah di Indonesia yang memiliki bentuk yang manis, ukiran yang menarik, halaman yang luas dan terasa sangat sejuk apabila berada di dalam ruangan masjid tersebut.</p>
<h4 style="text-align: justify;"></h4>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rindamiskandarmuda.mil.id/biografi-teuku-umar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Teungku Syiah Kuala</title>
		<link>http://rindamiskandarmuda.mil.id/teungku-syiah-kuala/</link>
		<comments>http://rindamiskandarmuda.mil.id/teungku-syiah-kuala/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jan 2012 01:57:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salehan jailani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[NAD]]></category>
		<category><![CDATA[Rindam]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rindamiskandarmuda.mil.id/?p=6337</guid>
		<description><![CDATA[Syekh Abdurrauf Singkil (Singkil, Aceh 1024 H/1615 M &#8211; Kuala Aceh, Aceh 1105 H/1693 M) adalah seorang ulama besar Aceh yang terkenal. Ia memiliki pengaruh yang besar dalam penyebaran agama Islam di Sumatera dan Nusantara pada umumnya. Sebutan gelarnya yang juga terkenal ialah Teungku Syiah Kuala (bahasa Aceh, artinya Syekh Ulama di Kuala). Masa muda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://rindamiskandarmuda.mil.id/wp-content/uploads/2012/01/images-2.jpg"><img class="size-full wp-image-6342 alignleft" title="images (2)" src="http://rindamiskandarmuda.mil.id/wp-content/uploads/2012/01/images-2.jpg" alt="" width="203" height="249" /></a>Syekh Abdurrauf Singkil (Singkil, Aceh 1024 H/1615 M &#8211; Kuala Aceh, Aceh 1105 H/1693 M) adalah seorang ulama besar Aceh yang terkenal. Ia memiliki pengaruh yang besar dalam penyebaran agama Islam di Sumatera dan Nusantara pada umumnya. Sebutan gelarnya yang juga terkenal ialah Teungku Syiah Kuala (bahasa Aceh, artinya Syekh Ulama di Kuala).</p>
<p>Masa muda</p>
<p style="text-align: justify;">Nama lengkapnya ialah Aminuddin Abdul Rauf bin Ali Al-Jawi Tsumal Fansuri As-Singkili. Menurut riwayat masyarakat, keluarganya berasal dari Persia atau Arabia, yang datang dan menetap di Singkil, Aceh, pada akhir abad ke-13. Pada masa mudanya, ia mula-mula belajar pada ayahnya sendiri. Ia kemudian juga belajar pada ulama-ulama di Fansur dan Banda Aceh. Selanjutnya, ia pergi menunaikan ibadah haji, dan dalam proses pelawatannya ia belajar pada berbagai ulama di Timur Tengah untuk mendalami agama Islam.</p>
<p>Tarekat Syattariyah</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Syed Muhammad Naquib al-Attas, syaikh untuk Tarekat Syattariyah Ahmad al-Qusyasyi adalah salah satu gurunya. Nama Abdurrauf muncul dalam silsilah tarekat dan ia menjadi orang pertama yang memperkenalkan Syattariyah di Indonesia. Namanya juga dihubungkan dengan terjemahan dan tafsir Al-Qur’an bahasa Melayu atas karya Al-Baidhawi berjudul Anwar at-Tanzil Wa Asrar at-Ta&#8217;wil, yang pertama kali diterbitkan di Istanbul tahun 1884.</p>
<p>Pengajaran dan karya</p>
<p style="text-align: justify;">Ia diperkirakan kembali ke Aceh sekitar tahun 1083 H/1662 M dan mengajarkan serta mengembangkan tarekat Syattariah yang diperolehnya. Murid yang berguru kepadanya banyak dan berasal dari Aceh serta wilayah Nusantara lainnya. Beberapa yang menjadi ulama terkenal ialah Syekh Burhanuddin Ulakan (dari Pariaman, Sumatera Barat) dan Syekh Abdul Muhyi Pamijahan (dari Tasikmalaya, Jawa Barat).</p>
<p style="text-align: justify;">Azyumardi Azra menyatakan bahwa banyak karya-karya Abdurrauf Singkil yang sempat dipublikasikan melalui murid-muridnya. Di antaranya adalah:<br />
Mir&#8217;at al-Thullab fî Tasyil Mawa&#8217;iz al-Badî&#8217;rifat al-Ahkâm al-Syar&#8217;iyyah li Malik al-Wahhab. Karya di bidang fiqh atau hukum Islam, yang ditulis atas permintaan Sultanah Safiyatuddin.<br />
-Tarjuman al-Mustafid. Merupakan naskah pertama Tafsir Al Qur’an yang lengkap berbahasa Melayu.<br />
-Terjemahan Hadits Arba&#8217;in karya Imam Al-Nawawi. Kitab ini ditulis atas permintaan Sultanah Zakiyyatuddin.<br />
-Mawa&#8217;iz al-Badî&#8217;. Berisi sejumlah nasehat penting dalam pembinaan akhlak.<br />
-Tanbih al-Masyi. Kitab ini merupakan naskah tasawuf yang memuat pengajaran tentang martabat tujuh.<br />
-Kifayat al-Muhtajin ilâ Masyrah al-Muwahhidin al-Qâilin bi Wahdatil Wujud. Memuat penjelasan tentang konsep wahadatul wujud.<br />
-Daqâiq al-Hurf. Pengajaran mengenai taswuf dan teologi.</p>
<p>Wafat</p>
<p style="text-align: justify;">Abdurrauf Singkil meninggal dunia pada tahun 1693, dengan berusia 73 tahun. Ia dimakamkan di samping masjid yang dibangunnya di Kuala Aceh, desa Deyah Raya Kecamatan Kuala, sekitar 15 Km dari Banda Aceh.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rindamiskandarmuda.mil.id/teungku-syiah-kuala/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>CUT MEUTIA (1870-1910)</title>
		<link>http://rindamiskandarmuda.mil.id/cut-meutia-1870-1910/</link>
		<comments>http://rindamiskandarmuda.mil.id/cut-meutia-1870-1910/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jul 2010 05:13:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Suhendra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[NAD]]></category>
		<category><![CDATA[Rindam]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rindamiskandarmuda.mil.id/?p=4812</guid>
		<description><![CDATA[PAHLAWAN PEJUANG KEMERDEKAAN Pameo yang mengatakan wanita sebagai insan lemah dan harus selalu dilindungi tidak selamanya benar. Itu dibuktikan oleh Cut Nyak Meutia, wanita asal Nangroe Aceh Darussalam, yang terus berjuang melawan Belanda hingga tewas diterjang tiga peluru di tubuhnya?. Cut Meutia dilahirkan di Perlak, Aceh pada tahun 1870. Masa kecil dan remajanya diliputi suasana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff0000;">PAHLAWAN PEJUANG KEMERDEKAAN</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://rindamiskandarmuda.mil.id/wp-content/uploads/2010/07/Cut-Meutia.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-4813" title="Cut Meutia" src="http://rindamiskandarmuda.mil.id/wp-content/uploads/2010/07/Cut-Meutia.jpeg" alt="" width="161" height="174" /></a>Pameo yang mengatakan wanita sebagai insan lemah dan harus selalu dilindungi tidak selamanya benar. Itu dibuktikan oleh Cut Nyak Meutia, wanita asal Nangroe Aceh Darussalam, yang terus berjuang melawan Belanda hingga tewas diterjang tiga peluru di tubuhnya?.</p>
<p style="text-align: justify;">Cut Meutia dilahirkan di Perlak, Aceh pada tahun 1870. Masa kecil dan remajanya diliputi suasana peperangan antara Aceh dengan Belanda yang berkepanjangan. suasana perang itu membentuk pribadinya menjadi pejuang. Perjuangannya didukung oleh suaminya Teuku Cuk Tunong. Suami-Istri itu mengadakan perang gerilya dan penyergapan terhadap Patroli Belanda. meskipun beberapa pemimpin tertangkap dan ada ajakan untuk berdamai dari Belanda namun para pejuang itu Pantang mundur.</p>
<p style="text-align: justify;">Kesulitan besar dihadapi Cut Meutia ketika pada bulan Mei 1905, Teuku Cuk Tunong ditangkap Belanda dan dijatuhi hukuman mati. Kematian suaminya tidak membuatnya jera untuk terus berjuang. Ia mengikuti pesan suaminya, Cuk Tunong untuk menikah lagi dengan teman akrab suaminya, Pang Nagru. Bersama suaminya yang baru itu, ia meneruskan perjuangan. Dalam pertempuran sengit di Paya Cicem, pada tanggal 26 September 1910 Pang NAgru suaminya terbunuh tetapi Cut Meutia dapat meoloskan diri. Ia dengan pasukan berkekuatan 45 orang dengan 13 pucuk senjata melanjutkan perjuangan. Anaknya yang berumur sebelas tahun dan bernama Raja Sabil mengikuti Ibunya dalam berbagai medan pertemuran.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena kekuatan pasukan tidak seimbang lagi maka Cut Meutia berpindah-pindah dari suatu daerah ke daerah lain. Melihat kondisi fisik pasukan yang memprihatinkan, beberapa kerabat keluarganya menyarankan agar Cut Meutia menyerahkan diri dan mohon pengampunan. Anjuran itu ditolaknya mentah-mentah.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada suatu saat tempat persembunyian pasukannya diketahui pihak musuh. Belanda mengadakan pengepungan basis pasukannya tetapi tidak membuat Cut Meutia menyerah. Pertempuran sengit dengan tentara Belanda terjadi, tokoh wanita ini tertembak kakinya. PAsukan Belanda memerintahkan para pejuang untuk menyerah tetapi tidak dihiraukan Cut Meutia. Sebaliknya, Cut Meutia menghunuskan pedangnya dan dengan sengit menyerang tentara Belanda dihadapanya. Korban di pihak Belanda pun berjatuhan tetapi beberapa butir peluru bersarang di tubuhnya menyebabkan pejuang wanita itu pun roboh dan gugur.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rindamiskandarmuda.mil.id/cut-meutia-1870-1910/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sultan Iskandar Muda</title>
		<link>http://rindamiskandarmuda.mil.id/415/</link>
		<comments>http://rindamiskandarmuda.mil.id/415/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 May 2009 03:11:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salehan jailani</dc:creator>
				<category><![CDATA[DLL]]></category>
		<category><![CDATA[Pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[NAD]]></category>
		<category><![CDATA[Rindam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rindamiskandarmuda.mil.id/?p=415</guid>
		<description><![CDATA[Pada masa Sultan Iskandar muda merupakan masa kegemilangan Aceh. Dia tidak hanya mampu menyusun dan menetapkan berbagai konsep qanun (undang-undang dan peraturan) yang adil dan universal, tetapi juga telah mampu melaksanakan secara adil dan universal pula. Sultan Iskandar Muda adalah Raja yang memperhatikan Agama dalam kepemimpinan,pada zaman beliau telah melaksanakan usaha Dakwah mengikuti cara kerja [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--> <!--[if gte mso 10]><br />
<mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --></p>
<p><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"><strong><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #0000ff;"><img class="alignleft size-full wp-image-421" title="foto-sultan-iskandarmuda1" src="http://rindamiskandarmuda.mil.id/wp-content/uploads/2009/05/foto-sultan-iskandarmuda1.jpg" alt="foto-sultan-iskandarmuda1" width="200" height="286" /></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;">Pada masa Sultan Iskandar muda merupakan masa kegemilangan Aceh. Dia tidak hanya mampu menyusun dan menetapkan berbagai konsep qanun (undang-undang dan peraturan) yang adil dan universal, tetapi juga telah mampu melaksanakan secara adil dan universal pula. Sultan Iskandar Muda adalah Raja yang memperhatikan Agama dalam kepemimpinan,pada zaman beliau telah melaksanakan usaha Dakwah mengikuti cara kerja Baginda Rosullah SAW. Terbukti masuknya islam kejawa di dakwahkan oleh orang Aceh.dan masih banyak Negara yang telah dimasuki usaha dakwah pada masa kerajaan sultan iskandar Muda. Sebagai seorang yang masih sangat muda menduduki tahta kerajaan (usia 18-19 tahun),kesuksesan Sultan Iskandar Muda sebagai penguasa Kerajaan Aceh Darussalam telah mendapat pengakuan bukan hanya dari rakyatnya, tetapi dari musuh-musuhnya dan bangsa asing di seluruh dunia.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;">Sultan Iskandar Muda telah berhasil menyatukan seluruh wilayah semenanjung</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;">tanah Melayu di bawah panji kebesaran Kerajaan Aceh Darussalam. Dia juga telah berhasil menjalin hubungan diplomasi perdagangan dengan berbagai bangsa Asing,</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;">pada masa pemerintahannya, Kerajaan Aceh Darussalam benar-benar menjadi salah satu pusat ilmu pengetahuan dan tamaddun di Asia Tenggara yang paling banyak dikunjungi oleh para kaum pelajar dari seluruh dunia.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;">Selama lebih kurang 30 tahun masa pemerintahannya, yaitu (1606 &#8211; 1636 M) dia</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;">telah berhasil membawa Kerajaan Aceh Darussalam ke atas puncak kejayaannya, hingga</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;">mencapai peringkat kelima di antara kerajaan Islam terbesar di dunia.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;">Silsilah, Kelahiran dan Masa Kecil Sultan Iskandar Muda</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;">Sampai saat ini belum diketahui secara pasti mengenai tahun kelahiran Sultan</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;">Iskandar Muda. Namun dari hasil identifikasi atas beberapa sumber yang ada</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;">menegaskan bahwa dia lahir sekitar tahun 1583. (Denys Lombard, 1991: 225-226). Ibunya keturunan keluarga Raja Darul Kamal (Malaka) bernama Puteri Raja Indra Bangsa, yang juga dikenal dengan nama Paduka Syah Alam, Puteri Sultan Alaidin Ri’ayat</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;">Syah (1589-1604). Sultan Ri’ayat Syah adalah putera Sultan Firman Syah bin Sultan</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;">Inayat Syah. ( Hikayat Aceh : par. 16, 72). Sedangkan ayahnya bernama Sultan Alauddin</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;">Mansur Syah putera dari Sultan Abdul Jalil bin Sultan ’Alaiddin Ri’ayat Syah Al-Kahhar</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;">(1539-1571). Pada kurun-kurun berikutnya keturunan ayahnya inilah yang dikenal</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;">sebagai keturunan Raja Makota Alam I (Denys Lombard: 1991, 223). </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rindamiskandarmuda.mil.id/415/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sejarah Rindam IM</title>
		<link>http://rindamiskandarmuda.mil.id/401/</link>
		<comments>http://rindamiskandarmuda.mil.id/401/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 May 2009 04:50:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salehan jailani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Rindam]]></category>
		<category><![CDATA[NAD]]></category>
		<category><![CDATA[Rindam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rindamiskandarmuda.mil.id/?p=401</guid>
		<description><![CDATA[1. Pendahuluan a. Pembentukan Rindam 1 diawali dengan peresmian Komando Pendidikan ( Dodik ) XIII Mata Ie pada bulan Juli 1958 oleh Kolonel Sugiarto dari Ijen Bandung, selanjutnya dibentuk Depot Pendidikan Khusus di Padang Tiji Aceh Pidie pada tahun1959/1960. b. Sekolah Calon Tamtama yang berpangkalan di Mata Ie, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar ini pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:2.0cm 2.0cm 2.0cm 2.0cm; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --><!--[if gte mso 10]> <mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal"><strong><em><img class="alignleft size-full wp-image-402" title="img_3118" src="http://rindamiskandarmuda.mil.id/wp-content/uploads/2009/05/img_3118.jpg" alt="img_3118" width="265" height="186" />1.<span> </span>Pendahuluan</em></strong></p>
<p class="MsoNormal">a.<span> </span><span lang="SV">Pembentukan Rindam 1 diawali dengan peresmian Komando Pendidikan ( Dodik ) XIII Mata Ie pada bulan Juli 1958 oleh Kolonel Sugiarto dari Ijen Bandung, selanjutnya dibentuk Depot Pendidikan Khusus di Padang Tiji Aceh Pidie pada tahun1959/1960.</span></p>
<p class="MsoNormal">b.<span> </span><span lang="SV">Sekolah Calon Tamtama yang berpangkalan di Mata Ie, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar ini pada awalnya adalah pangkalan Rindam I/Iskandar Muda yang berdiri sejak tahun 1963.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">c.<span> </span>Sesuai surat Keputusan Pangdam I/IM Nomor Kpts. 0008/1963 tanggal 15 Januari 1963 diresmikan <strong>Resimen Induk Infanteri (Rindam) 1/Japakeh dengan Sempana Cakra Donya.</strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">d.<span> </span>Kodam I/IM dilikuidasi ke Kodam I/BB pada tahun 1986 maka Rindam I/IM diturunkan menjadi secata B dibawah Komando dan pengendalian Rindam I/BB yang berpangkalan di Pemetang Siantar.</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">e.<span> </span>Sejak diresmikannya Kodam Iskandar Muda Pada tanggal 05 Pebruari 2002 berdasarkan surat keputusan Kasad Nomor Skep 1/I/2002 oleh Kasad Jenderal TNI E. Sutarto, maka perlu dibentuk lembaga pendidikan yang bertugas mendidik, melatih dan membina satuan satuan jajaran Kodam IM.</p>
<p class="MsoNormal">f.<span> </span>Rindam Iskandar Muda merupakan pengembangan Secata B Kodam 1/BB yang ditetapkan berdasarkan surat keputusan Kasad Nomor Skep : 10 / II / 2005 tanggal 07 Pebruari 2005, Namun secara fungsional Rindam IM baru berjalan sejak 01 Oktober 2005 sejalan dengan dipenuhinya para pejabat di jajaran Rindam IM<strong>. </strong>Secata B Kodam I/BB yang sebelumnya dijabat Letnan Kolonel Inf Jalalludin Sipahutar NRP 491144 diserah terimakan kepada Kolonel Inf Ridwan NRP 29275 dan dirubah menjadi Resimen Induk Daerah Militer Iskandar Muda.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IT">2.</span></strong><span> </span><strong><em><span lang="IT">Pejabat Danrindam Iskandar Muda :</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT">a.<span> </span><strong>Pertama</strong><span> </span>: Kolonel Inf Ridwan NRP 29275 Menjabat sejak 08 Agustus 2005 s.d 19 Juli 2006.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT">b. <span> </span><strong>Kedua</strong> <span> </span>: Kolonel Inf Toto S. Moerasad, S. Ip, MM NRP 29607 Menjabat sejak 19<span> </span>Juli 2006 s.d<span> </span>06 November 2008</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT">c. <span> </span><strong>Ketiga</strong> <span> </span>: Kolonel Inf I Made Agra Sudiantara NRP 30390 Menjabat sejak 06<span> </span>November 2008 s.d<span> </span>Sekarang</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong>KETERANGAN ARTI / MAKNA SEMPANA RINDAM ISKANDAR MUDA</strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-GB"><br />
</span>I.<span> </span><strong>BENTUK.</strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span> </span>A.<span> </span>SEMPANA</strong></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span> </span>1.<span> </span>Sempana Rindam Iskandar Muda berbentuk empat <span lang="SV">persegi panjang dibuat </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span lang="SV">dari bahan beludru warna dasar hijau tua/hijau rumput dan berjumbai kuning </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span lang="SV">emas dari benang sutera sepanjang sisi tepinya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span lang="SV">2.<span> </span>Pada bagian muka sebelah kanan dilukiskan Pataka Kodam Iskandar </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span lang="SV">Muda.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span lang="SV">3.<span> </span>Pada bagian muka sebelah kiri dilukiskan Sempana Rindam<span> </span>Iskandar<span> </span>Muda dengan susunan sebagai berikut :</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span> </span>a.</span><span> </span><span lang="SV">Bintang segilima</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span> </span>b.</span><span> </span><span lang="SV">Obor dengan api menyala</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span> </span>c.</span><span> </span><span lang="SV">Kitab terbuka.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span> </span>d.</span><span> </span><span lang="SV">Kepala gajah putih.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span> </span>e.</span><span> </span><span lang="SV">Rangkaian buah padi 45 butir, rangkaian bunga kapas 17 kuntum dan </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span lang="SV">lingkaran pada batang padi dan</span><span lang="SV"> </span><span lang="SV">batang kapas 8 buah.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span> </span>f.</span><span> </span><span lang="SV">Pita seloka dengan tulisan “BHAKTI UTAMA”.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span> </span>g.</span><span> </span><span lang="SV">Rencong bersilang.</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span> </span><strong><span lang="SV">B.</span><span> </span></strong><strong><span lang="SV">MAHKOTA DAN TIANG</span></strong><span lang="SV">.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span lang="SV">1.<span> </span>Mahkota berbentuk burung garuda akan terbang, berdiri pada landasan </span><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span lang="SV">berbentuk lingkaran, bulu sayap bagian luar berjumlah 17 helai, bulu sayap bagian </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span> </span><span lang="SV">dalam berjumlah 10 helai dan bulu ekor berjumlah 7 helai.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span lang="SV">2.<span> </span>Dua buah lingkaran pada landasan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span lang="SV">3.<span> </span>Hiasan pada pangkal landasan berjumlah<span> </span>8 buah.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span lang="SV">4.<span> </span>Mahkota terbuat dari bahan logam kuning emas.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span lang="SV">5.<span> </span>Dasar inti lambang<span> </span>berwarna kuning.<strong></strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">II.</span><span lang="SV"> </span></strong><strong><span lang="SV">UKURAN</span></strong><span lang="SV">.</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span> </span></strong><strong><span lang="SV">A. </span><span lang="SV"><span> </span></span></strong><strong><span lang="SV">SEMPANA</span></strong><span lang="SV">.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span lang="SV">1.<span> </span>Panjang<span> </span>:<span> </span>90 cm.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span lang="SV">2.<span> </span>Lebar<span> </span>:<span> </span>60 cm.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span lang="SV">3.<span> </span>Jumbai<span> </span>:<span> </span>7 cm.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span lang="SV">4.<span> </span>Inti lambang<span> </span>:<span> </span>60 x 50 cm.</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span> </span><strong><span lang="SV">B. </span><span lang="SV"><span> </span></span></strong><strong><span lang="SV">MAHKOTA DAN TIANG.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span> </span><span lang="SV">1.<span> </span>Mahkota ( kepala tiang )<span> </span>:<span> </span>20 x 12 cm.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span lang="SV">2.<span> </span>Panjang tiang sampai batas -<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span> </span>kedudukan mahkota tiang.<span> </span>:<span> </span>225 cm.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span lang="EN-GB">3.<span> </span>Garis tengah tiang<span> </span>:<span> </span>4 cm.<strong></strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="EN-GB">III.</span><span lang="EN-GB"> </span></strong><strong><span lang="EN-GB">TATA WARNA</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-GB"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><strong><span lang="PT-BR">A.</span><span> </span></strong><strong><span lang="PT-BR">SEMPANA</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="PT-BR"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span> </span><span lang="PT-BR">1.<span> </span>Dasar kain beludru<span> </span>:<span> </span>Hijau<span> </span>tua.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span lang="SV">2.<span> </span>Jumbai dari benang sutera<span> </span>:<span> </span>Kuning emas.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span lang="SV">3.<span> </span>Bintang segilima<span> </span>:<span> </span>Kuning emas</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span lang="SV">4.<span> </span>Obor</span><span lang="SV"> </span><span lang="SV"><span> </span></span><span> </span><span lang="SV">: </span><span lang="SV"><span> </span></span><span lang="SV">Coklat dengan nyala api</span><span> </span><span lang="SV">berwarna merah.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span lang="SV">5.<span> </span>Kitab terbuka<span> </span>:<span> </span>Putih dengan list hitam</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span lang="SV">6.<span> </span>Rencong bersilang<span> </span>:<span> </span>Putih dengan list hitam dan gagang<span> </span>coklat.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span lang="SV">7.<span> </span>Rangkaian padi<span> </span>:<span> </span>Kuning emas.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span lang="SV">8.<span> </span>Rangkaian bunga kapas<span> </span>:<span> </span>Putih list hijau.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span lang="SV">9.<span> </span>Daun kapas<span> </span>:<span> </span>Hijau.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span lang="SV">10.<span> </span>Lingkaran batang padi dan kapas<span> </span>:<span> </span>Hitam.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span lang="SV">11.<span> </span>Kopel seloka dengan tulisan</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span> </span>“ <strong>BHAKTI UTAMA</strong><span> </span>: Dasar kopel merahmerah<span> </span>putih<span> </span>tulisan warna hitam.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span> </span></span><span> </span><span lang="SV">12.<span> </span>Rencong berdiri<span> </span>: Putih dengan list hitam<span> </span>dan gagang coklat.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">B.</span><span> </span></strong><strong><span lang="SV">MAHKOTA DAN TIANG</span></strong><span lang="SV">.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span lang="SV">1.<span> </span></span><span lang="SV"> </span><span lang="SV">Mahkota ( kepala tiang ) dibuat dari logam kuning emas.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span lang="SV">2.<span> </span></span><span lang="SV"> </span><span lang="SV">Tiang dibuat dari kayu jati dipelitur warna coklat/ sawo matang.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span lang="SV">3.<span> </span></span><span lang="SV"> </span><span lang="SV">Tiang dibuat secara bersambung dengan penyambung dari logam kuning </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span lang="SV">emas berbentuk pipa.<strong></strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">IV.</span><span> </span></strong><strong><span lang="SV">ARTI DAN MAKNA</span></strong><span lang="SV">.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><strong><span lang="SV">A.</span><span> </span></strong><strong><span lang="SV">SEMPANA</span></strong><span lang="SV">.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span lang="SV">1.<span> </span></span><span> </span><span lang="SV">Lukisan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span lang="SV">a.</span><span> </span><span lang="SV">Bintang segilima menggambarkan ketakwaan kepada Tuhan yang Maha </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span lang="SV">Esa sebagaimana Sila pertama Pancasila melambangkan bahwa Rindam IM </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span lang="SV">dalam melaksanakan tugas pokoknya berlandaskan kepada Ketuhanan yang </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span lang="SV">Maha Esa.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span lang="SV">b.</span><span> </span><span lang="SV">Obor menyala melambangkan semangat yang berkobar dalam menuntut </span><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span lang="SV">ilmu.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span> </span><span lang="SV">c.</span><span> </span><span lang="SV">Rencong sebagai salah satu senjata tradisional daerah Aceh yang </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span lang="SV">digambarkan berdiri melambangkan keteguhan hati prajurit – prajurit yang </span><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span lang="SV">dididik dilembaga pendidikan Rindam Iskandar Muda dalam menjaga dan </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span lang="SV">mengawal keutuhan dan kedaulatanwilayah NKRI.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span lang="SV">d.</span><span> </span><span lang="SV">Kitab / buku terbuka sebagai sumber ilmu melambangkan tempat </span><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span lang="SV">pendidikan guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia prajurit yang </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span lang="SV">profesionalisme dalam rangka kesiapan pelaksanaan tugas. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span> </span></span><span> </span><span lang="SV">e.</span><span> </span><span lang="SV">Buah padi yang berjumlah 45 butir dengan bunga kapas <span> </span>yang </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span lang="SV">berjumlah 17 kuntum yang dirangkai dengan ikatan 8 buah lingkaran </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span lang="SV">melambangkan hari Proklamasi Kemerdekaan NKRI pada tanggal 17 </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span lang="SV">Agustus</span><span lang="SV"> </span><span lang="SV">1945 sekaligus mempunyai arti bahwa Prajurit Kodam Iskandar </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span lang="SV">Muda ikut</span><span lang="SV"> </span><span lang="SV">berperan dalam menciptakan kesejahteraan dan kemakmuran </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span lang="SV">rakyat.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span> </span></span><span> </span><span lang="SV">f.</span><span> </span><span lang="SV">Kepala gajah berwarna putih megambarkan lambang Kodam IM.</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">g.</span><span> </span><span lang="SV">Kopel seloka<span> </span>berwarna merah putih yang bertuliskan sesanti<span> </span>“ </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><strong><span lang="SV">BHAKTI UTAMA</span></strong><span lang="SV"> “ mengandung arti bahwa <strong>Rindam Iskandar Muda sebagai lembaga pendidikan militer siap mendidik prajurit-prajurit<span> </span></strong></span><strong><span lang="SV">yang siap<span> </span>mengabdi dan membaktikan diri bagi kejayaan nusa,bangsa dan negara</span></strong><span lang="SV">.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span> </span><span> </span>Arti BHAKTI UTAMA secara harfiah sebagai berikut :<span> </span></span><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> 1).</span><span> </span><span lang="SV">Bhakti<span> </span>:<span> </span>perbuatan </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span> </span></span><span> </span><span lang="SV">2).</span><span> </span><span lang="SV">Utama<span> </span>:<span> </span>utama</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span lang="SV">2.<span> </span></span><span lang="SV"> </span><span lang="SV">Tata warna.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span> </span></span><span lang="SV"><span> </span></span><span lang="SV">a.</span><span> </span><span lang="SV">Hijau<span> </span>:<span> </span>Kesuburan/kemakmuran.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span> </span></span><span lang="SV"><span> </span></span><span lang="SV">b.</span><span> </span><span lang="SV">Kuning<span> </span></span><span> </span><span lang="SV">:<span> </span>Kejayaan,keagungan dan kemuliaan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span> </span></span><span lang="SV"><span> </span></span><span lang="SV">c.</span><span> </span><span lang="SV">Merah<span> </span>:<span> </span>Keberanian dan rela berkorban.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span> </span></span><span lang="SV"><span> </span></span><span lang="SV">d.</span><span> </span><span lang="SV">Putih<span> </span>:<span> </span>Kesucian dan kesetiaan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span> </span></span><span lang="SV"><span> </span></span><span lang="SV">e.</span><span> </span><span lang="SV">Hitam<span> </span>:<span> </span>Ketabahan dan keikhlasan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong><span> </span></strong><strong><span lang="SV">B.</span><span> </span></strong><strong><span lang="SV">MAHKOTA DAN TIANG.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span lang="SV">1.<span> </span>Burung garuda akan terbang diartikan bahwa TNI AD sanggup terbang tinggi </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span> </span><span lang="SV">menuju cita-cita.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span lang="SV">2.<span> </span>Hiasan runcing sebanyak 8 buah diartikan bahwa TNI AD dalam berperilaku </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span lang="SV">berpedoman pada Delapan Wajib TNI.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span lang="SV">3.<span> </span>Jambul/jengger sebanyak lima lekuk diartikan sebagai hari lahirnya Tentara </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span> </span><span lang="SV">Nasional Indonesia tanggal 5 Oktober.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span lang="SV">4.<span> </span>Bulu sayap bagian dalam berjumlah 10 helai diartikan bahwa 10 adalah bulan </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span lang="SV">yang bersejarah bagi TNI, sedangkan bulu sayap bagian luar berjumlah 17 helai </span><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span lang="SV">diartikan sebagai hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span lang="SV">5.<span> </span>Bulu ekor berjumlah 7 helai diartikan bahwa setiap prajurit TNI AD selalu </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span lang="SV">memegang teguh Sapta Marga.</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rindamiskandarmuda.mil.id/401/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

