<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rindam Iskandar Muda Nanggroe Aceh Darussalam &#187; Pahlawan</title>
	<atom:link href="http://rindamiskandarmuda.mil.id/category/sejarah/pahlawan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rindamiskandarmuda.mil.id</link>
	<description>Resimen Induk Daerah Militer, Iskandar Muda, Nanggroe Aceh Darussalam, TNI Angkatan Darat</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Jul 2010 06:06:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>CUT MEUTIA (1870-1910)</title>
		<link>http://rindamiskandarmuda.mil.id/cut-meutia-1870-1910/</link>
		<comments>http://rindamiskandarmuda.mil.id/cut-meutia-1870-1910/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jul 2010 05:13:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Suhendra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[nad]]></category>
		<category><![CDATA[Rindam]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rindamiskandarmuda.mil.id/?p=4812</guid>
		<description><![CDATA[PAHLAWAN PEJUANG KEMERDEKAAN Pameo yang mengatakan wanita sebagai insan lemah dan harus selalu dilindungi tidak selamanya benar. Itu dibuktikan oleh Cut Nyak Meutia, wanita asal Nangroe Aceh Darussalam, yang terus berjuang melawan Belanda hingga tewas diterjang tiga peluru di tubuhnya?. Cut Meutia dilahirkan di Perlak, Aceh pada tahun 1870. Masa kecil dan remajanya diliputi suasana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff0000;">PAHLAWAN PEJUANG KEMERDEKAAN</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://rindamiskandarmuda.mil.id/wp-content/uploads/2010/07/Cut-Meutia.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-4813" title="Cut Meutia" src="http://rindamiskandarmuda.mil.id/wp-content/uploads/2010/07/Cut-Meutia.jpeg" alt="" width="161" height="174" /></a>Pameo yang mengatakan wanita sebagai insan lemah dan harus selalu dilindungi tidak selamanya benar. Itu dibuktikan oleh Cut Nyak Meutia, wanita asal Nangroe Aceh Darussalam, yang terus berjuang melawan Belanda hingga tewas diterjang tiga peluru di tubuhnya?.</p>
<p style="text-align: justify;">Cut Meutia dilahirkan di Perlak, Aceh pada tahun 1870. Masa kecil dan remajanya diliputi suasana peperangan antara Aceh dengan Belanda yang berkepanjangan. suasana perang itu membentuk pribadinya menjadi pejuang. Perjuangannya didukung oleh suaminya Teuku Cuk Tunong. Suami-Istri itu mengadakan perang gerilya dan penyergapan terhadap Patroli Belanda. meskipun beberapa pemimpin tertangkap dan ada ajakan untuk berdamai dari Belanda namun para pejuang itu Pantang mundur.</p>
<p style="text-align: justify;">Kesulitan besar dihadapi Cut Meutia ketika pada bulan Mei 1905, Teuku Cuk Tunong ditangkap Belanda dan dijatuhi hukuman mati. Kematian suaminya tidak membuatnya jera untuk terus berjuang. Ia mengikuti pesan suaminya, Cuk Tunong untuk menikah lagi dengan teman akrab suaminya, Pang Nagru. Bersama suaminya yang baru itu, ia meneruskan perjuangan. Dalam pertempuran sengit di Paya Cicem, pada tanggal 26 September 1910 Pang NAgru suaminya terbunuh tetapi Cut Meutia dapat meoloskan diri. Ia dengan pasukan berkekuatan 45 orang dengan 13 pucuk senjata melanjutkan perjuangan. Anaknya yang berumur sebelas tahun dan bernama Raja Sabil mengikuti Ibunya dalam berbagai medan pertemuran.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena kekuatan pasukan tidak seimbang lagi maka Cut Meutia berpindah-pindah dari suatu daerah ke daerah lain. Melihat kondisi fisik pasukan yang memprihatinkan, beberapa kerabat keluarganya menyarankan agar Cut Meutia menyerahkan diri dan mohon pengampunan. Anjuran itu ditolaknya mentah-mentah.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada suatu saat tempat persembunyian pasukannya diketahui pihak musuh. Belanda mengadakan pengepungan basis pasukannya tetapi tidak membuat Cut Meutia menyerah. Pertempuran sengit dengan tentara Belanda terjadi, tokoh wanita ini tertembak kakinya. PAsukan Belanda memerintahkan para pejuang untuk menyerah tetapi tidak dihiraukan Cut Meutia. Sebaliknya, Cut Meutia menghunuskan pedangnya dan dengan sengit menyerang tentara Belanda dihadapanya. Korban di pihak Belanda pun berjatuhan tetapi beberapa butir peluru bersarang di tubuhnya menyebabkan pejuang wanita itu pun roboh dan gugur.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rindamiskandarmuda.mil.id/cut-meutia-1870-1910/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Teuku Umar (1854-1899)</title>
		<link>http://rindamiskandarmuda.mil.id/teuku-umar/</link>
		<comments>http://rindamiskandarmuda.mil.id/teuku-umar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 May 2009 07:57:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Limpat Miarso</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[nad]]></category>
		<category><![CDATA[Rindam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rindamiskandarmuda.mil.id/?p=567</guid>
		<description><![CDATA[Pribadi yang Cerdas, pemberani &#38; pantang menyerah Aceh merupakan salah satu wilayah yang memiliki peran sangat besar terhadap perjuangan dan kemerdekaan bangsa Indonesia dari tangan penjajah. Di tanah ini, banyak muncul pahlawan-pahlawan nasional yang sangat berjasa, tidak hanya untuk rakyat Aceh saja tapi juga untuk rakyat Indonesia pada umumnya. Salah satu pahlawan tersebut adalah Teuku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 style="margin-bottom: 7.5pt; text-align: center;"><span style="font-size: 16pt; font-family: Tahoma; color: blue;" lang="IN"><img class="alignleft size-full wp-image-568" title="t-umar" src="http://rindamiskandarmuda.mil.id/wp-content/uploads/2009/05/t-umar.jpg" alt="t-umar" width="131" height="143" />Pribadi yang Cerdas, pemberani &amp; </span></h1>
<h1 style="margin-bottom: 7.5pt; text-align: center;"><span style="font-size: 16pt; font-family: Tahoma; color: blue;" lang="IN">pantang menyerah </span></h1>
<p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify; line-height: 13.5pt;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN">Aceh merupakan salah satu wilayah yang memiliki peran sangat besar terhadap perjuangan dan kemerdekaan bangsa Indonesia dari tangan penjajah. Di tanah ini, banyak muncul pahlawan-pahlawan nasional yang sangat berjasa, tidak hanya untuk rakyat Aceh saja tapi juga untuk rakyat Indonesia pada umumnya. Salah satu pahlawan tersebut adalah Teuku Umar. Ia dilahirkan pada tahun 1854 (tanggal dan bulannya tidak tercatat) di Meulaboh, Aceh Barat, Indonesia. Ia merupakan salah seorang pahlawan nasional yang pernah memimpin perang gerilya di Aceh sejak tahun 1873 hingga tahun 1899.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 13.5pt;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN">Ketika perang Aceh meletus pada 1873 Teuku Umar ikut serta berjuang bersama pejuang-pejuang Aceh lainnya, padahal umurnya baru menginjak 19 tahun. Mulanya ia berjuang di kampungnya sendiri yang kemudian dilanjutkan ke Aceh Barat. Pada umur yang masih muda ini, Teuku Umar sudah diangkat sebagai <strong><em>keuchik</em> (kepala desa)</strong> di daerah Meulaboh. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 9pt;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN">Kepribadiaan Teuku Umar sejak kecil dikenal sebagai anak yang cerdas, pemberani, dan kadang suka berkelahi dengan teman-teman sebayanya. Ia juga memiliki sifat yang keras dan pantang menyerah dalam menghadapi segala persoalan. Teuku Umar tidak pernah mendapakan pendidikan formal. Meski demikian, ia mampu menjadi seorang pemimpin yang kuat, cerdas , dan pemberani. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 9pt;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN">Pada usia 20 tahun, Teuku Umar menikah dengan Nyak Sofiah, anak <em>Uleebalang</em> Glumpang. Untuk meningkatkan derajat dirinya, Teuku Umar kemudian menikah lagi dengan Nyak Malighai, puteri dari Panglima Sagi XXV Mukim. Sejak saat itu, ia mulai menggunakan gelar Teuku. Pada tahun 1880, Teuku Umar menikahi janda Cut Nyak Dien, puteri pamannya (Suami Cut Nya Dien, yaitu Teuku Ibrahim Lamnga meninggal dunia pada Juni 1878 dalam peperangan melawan Belanda di Gle Tarun).<span> </span>Keduanya kemudian berjuang bersama melancarkan serangan terhadap pos-pos Belanda di Krueng. <span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify; line-height: 9pt;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN">Belanda berdamai dengan pasukan Teuku Umar pada tahun 1883. Satu tahun kemudian (tahun 1884) perang kembali pecah di antara keduanya. Pada tahun 1893, Teuku Umar kemudian mencari strategi untuk mendapatkan senjata dari pihak Belanda. <span> </span>Akhirnya, Teuku Umar berpura-pura menjadi <strong>antek (kaki tangan) </strong>Belanda. <span> </span>Istrinya, Cut Nyak Dien sempat bingung, malu, dan marah atas keputusan suaminya itu. Gubernur Van Teijn pada saat itu juga bermaksud memanfaatkan Teuku Umar sebagai cara untuk merebut hati rakyat Aceh. Teuku Umar kemudian masuk dinas militer. Atas keterlibatan tersebut, pada 1 Januari 1894, Teuku Umar sempat dianugerahi gelar Johan Pahlawan dan diizinkan untuk membentuk legiun pasukan sendiri  yang berjumlah 250 tentara dengan senjata lengkap. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify; line-height: 9pt;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"><span> </span><span> </span>Ketika bergabung dengan Belanda, Teuku Umar pernah menundukkan pos-pos pertahanan Aceh, namun hal tersebut dilakukan Teuku Umar secara pura-pura/ bersandiwara untuk mengelabuhi Belanda agar Teuku Umar diberi peran yang lebih besar oleh Belanda. ternyata taktik tersebut berhasil, sebagai kompensasi atas keberhasilannya itu, pemintaan Teuku Umar untuk menambah 17 orang panglima dan 120 orang prajurit, termasuk seorang Pangleot sebagai tangan kanannya akhirnya dikabulkan oleh Gubernur Deykerhorf yang menggantikan Gubernur Ban Teijn.<span id="more-567"></span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 9pt;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN"><img class="alignleft size-full wp-image-630" title="foto-teuku-umar" src="http://rindamiskandarmuda.mil.id/wp-content/uploads/2009/05/foto-teuku-umar.jpg" alt="foto-teuku-umar" width="226" height="293" />Pada tanggal 30 Maret 1896, Teuku Umar keluar dari dinas militer Belanda dengan membawa pasukannya beserta 800 pucuk senjata, 25.000 butir peluru, 500 kg amunisi, dan uang 18.000 dollar. Dengan kekuatan yang semakin bertambah, Teuku Umar mengajak rakyat Aceh untuk mengadakan perlawanan terhadap Belanda. Perjuangan Teuku Umar mendapat dukungan dari Teuku Panglima Polem Muhammad Daud bersama 400 orang menghadapi serangan Belanda. Dalam pertempuran tersebut, sebanyak 25 orang tewas dan 190 orang luka-luka di pihak Belanda. <span> </span><span> </span>Gubernur Deykerhorf sangat marah atas tindakan yang dilakukan Teuku Umar<span> </span>dan memerintahkan Van Heutsz agar mengerahkan pasukan secara besar-besaran untuk menangkap Teuku Umar. Serangan secara mendadak ke daerah Melaboh menyebabkan Teuku Umar tertembak dan gugur dalam medan perang, yaitu di Kampung Mugo, pedalaman Meulaboh pada tanggal10 Februari 1899.</span></p>
<p><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN">Atas pengabdian dan perjuangan serta semangat juang rela berkorban melawan penjajah Belanda, Teuku Umar </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="IN">dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. Nama Teuku Umar juga diabadikan sebagai nama jalan di sejumlah daerah di tanah air, selain itu, namanya juga diabadikan sebagai nama sebuah lapangan di Meulaboh, Aceh Barat.</span><ins datetime="2009-06-01T06:05:05+00:00"></ins></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rindamiskandarmuda.mil.id/teuku-umar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sultan Iskandar Muda</title>
		<link>http://rindamiskandarmuda.mil.id/415/</link>
		<comments>http://rindamiskandarmuda.mil.id/415/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 May 2009 03:11:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salehan jailani</dc:creator>
				<category><![CDATA[DLL]]></category>
		<category><![CDATA[Pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[nad]]></category>
		<category><![CDATA[Rindam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rindamiskandarmuda.mil.id/?p=415</guid>
		<description><![CDATA[Pada masa Sultan Iskandar muda merupakan masa kegemilangan Aceh. Dia tidak hanya mampu menyusun dan menetapkan berbagai konsep qanun (undang-undang dan peraturan) yang adil dan universal, tetapi juga telah mampu melaksanakan secara adil dan universal pula. Sultan Iskandar Muda adalah Raja yang memperhatikan Agama dalam kepemimpinan,pada zaman beliau telah melaksanakan usaha Dakwah mengikuti cara kerja [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--> <!--[if gte mso 10]><br />
<mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --></p>
<p><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"><strong><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #0000ff;"><img class="alignleft size-full wp-image-421" title="foto-sultan-iskandarmuda1" src="http://rindamiskandarmuda.mil.id/wp-content/uploads/2009/05/foto-sultan-iskandarmuda1.jpg" alt="foto-sultan-iskandarmuda1" width="200" height="286" /></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;">Pada masa Sultan Iskandar muda merupakan masa kegemilangan Aceh. Dia tidak hanya mampu menyusun dan menetapkan berbagai konsep qanun (undang-undang dan peraturan) yang adil dan universal, tetapi juga telah mampu melaksanakan secara adil dan universal pula. Sultan Iskandar Muda adalah Raja yang memperhatikan Agama dalam kepemimpinan,pada zaman beliau telah melaksanakan usaha Dakwah mengikuti cara kerja Baginda Rosullah SAW. Terbukti masuknya islam kejawa di dakwahkan oleh orang Aceh.dan masih banyak Negara yang telah dimasuki usaha dakwah pada masa kerajaan sultan iskandar Muda. Sebagai seorang yang masih sangat muda menduduki tahta kerajaan (usia 18-19 tahun),kesuksesan Sultan Iskandar Muda sebagai penguasa Kerajaan Aceh Darussalam telah mendapat pengakuan bukan hanya dari rakyatnya, tetapi dari musuh-musuhnya dan bangsa asing di seluruh dunia.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;">Sultan Iskandar Muda telah berhasil menyatukan seluruh wilayah semenanjung</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;">tanah Melayu di bawah panji kebesaran Kerajaan Aceh Darussalam. Dia juga telah berhasil menjalin hubungan diplomasi perdagangan dengan berbagai bangsa Asing,</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;">pada masa pemerintahannya, Kerajaan Aceh Darussalam benar-benar menjadi salah satu pusat ilmu pengetahuan dan tamaddun di Asia Tenggara yang paling banyak dikunjungi oleh para kaum pelajar dari seluruh dunia.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;">Selama lebih kurang 30 tahun masa pemerintahannya, yaitu (1606 &#8211; 1636 M) dia</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;">telah berhasil membawa Kerajaan Aceh Darussalam ke atas puncak kejayaannya, hingga</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;">mencapai peringkat kelima di antara kerajaan Islam terbesar di dunia.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;">Silsilah, Kelahiran dan Masa Kecil Sultan Iskandar Muda</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;">Sampai saat ini belum diketahui secara pasti mengenai tahun kelahiran Sultan</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;">Iskandar Muda. Namun dari hasil identifikasi atas beberapa sumber yang ada</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;">menegaskan bahwa dia lahir sekitar tahun 1583. (Denys Lombard, 1991: 225-226). Ibunya keturunan keluarga Raja Darul Kamal (Malaka) bernama Puteri Raja Indra Bangsa, yang juga dikenal dengan nama Paduka Syah Alam, Puteri Sultan Alaidin Ri’ayat</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;">Syah (1589-1604). Sultan Ri’ayat Syah adalah putera Sultan Firman Syah bin Sultan</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;">Inayat Syah. ( Hikayat Aceh : par. 16, 72). Sedangkan ayahnya bernama Sultan Alauddin</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;">Mansur Syah putera dari Sultan Abdul Jalil bin Sultan ’Alaiddin Ri’ayat Syah Al-Kahhar</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;">(1539-1571). Pada kurun-kurun berikutnya keturunan ayahnya inilah yang dikenal</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;">sebagai keturunan Raja Makota Alam I (Denys Lombard: 1991, 223). </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rindamiskandarmuda.mil.id/415/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Laksamana Malahayati</title>
		<link>http://rindamiskandarmuda.mil.id/laksamana-malahayati/</link>
		<comments>http://rindamiskandarmuda.mil.id/laksamana-malahayati/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Apr 2009 16:37:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Malahayati]]></category>
		<category><![CDATA[Iskandar Muda]]></category>
		<category><![CDATA[laksamana malahayati]]></category>
		<category><![CDATA[nad]]></category>
		<category><![CDATA[Rindam]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rindamiskandarmuda.mil.id/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Bicara soal perempuan hebat, ada sedikit cerita tentang sosok perempuan lain yang berbeda generasi dari RA Kartini. Perempuan yang untuknya tidak ada lagu pujian. Pahlawan yang jarang disebut namanya. pahlawan yang tidak pernah diungkit sejarahnya. Laksamana perempuan pertama di dunia. Petarung garis depan. Pemimpin laskar Inong Balee yang disegani musuh dan kawan. Dialah Laksamana Malahayati. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-full wp-image-20 alignleft" title="laksamana-malahayati" src="http://rindamiskandarmuda.mil.id/wp-content/uploads/2009/04/laksamana-malahayati.jpg" alt="laksamana-malahayati" width="288" height="225" />Bicara soal perempuan hebat, ada sedikit cerita tentang sosok perempuan lain yang berbeda generasi dari RA Kartini.  Perempuan yang untuknya tidak ada lagu pujian. Pahlawan yang jarang disebut namanya. pahlawan yang tidak pernah diungkit sejarahnya.  Laksamana perempuan pertama di dunia. Petarung garis depan. Pemimpin laskar Inong Balee yang disegani musuh dan kawan. Dialah Laksamana Malahayati.</p>
<p>Kisah Laksamana Malahayati walaupun tidak banyak, semua bercerita tentang kepahlawanannya. Pada saat dibentuk pasukan yang prajuritnya terdiri dari para janda yang kemudian dikenal dengan nama pasukan Inong Balee, Malahayati adalah panglimanya (suami Malahayati sendiri gugur pada pertempuran melawan Portugis). Konon kabarnya, pembentukan Inong Balee sendiri adalah hasil buah pikiran Malahayati. Malahayati juga membangun benteng bersama pasukannya dan benteng tersebut dinamai Benteng Inong Balee.</p>
<p>Karir militer Malahayati terus menanjak hingga ia menduduki jabatan tertinggi di angkatan laut Kerajaan Aceh kala itu. Sebagaimana layaknya para pemimpin jaman itu, Laksamana Malahayati turut bertempur di garis depan melawan kekuatan Portugis dan Belanda yang hendak menguasai jalur laut Selat Malaka.</p>
<p>Di bawah kepemimpinan Malahayati, Angkatan Laut Kerajaan Aceh terbilang besar dengan armada yang terdiri dari ratusan kapal perang. Adalah Cornelis de Houtman, orang Belanda pertama yang tiba di Indonesia, pada kunjungannya yang ke dua mencoba untuk menggoyang kekuasaan Aceh pada tahun 1599. Cornelis de Houtman yang terkenal berangasan, kali ini ketemu batunya. Alih-alih bisa meruntuhkan Aceh, armadanya malah porak poranda digebuk armada Laksamana Malahayati. Banyak orang-orangnya yang ditawan dan Cornelis de Houtman sendiri mati dibunuh oleh Laksamana Malahayati pada tanggal 11 September 1599.</p>
<p>Selain armada Belanda, Laksamana Malahayati juga berhasil menggebuk armada Portugis. Reputasi Malahayati sebagai penjaga pintu gerbang kerajaan membuat Inggris yang belakangan masuk ke wilayah ini, memilih untuk menempuh jalan damai. Surat baik-baik dari Ratu Elizabeth I yang dibawa oleh James Lancaster untuk Sultan Aceh, membuka jalan bagi Inggris untuk menuju Jawa dan membuka pos dagang di Banten. Keberhasilan ini membuat James Lancaster dianugrahi gelar bangsawan sepulangnya ia ke Inggris.</p>
<p>Ketika Negara-negara maju berkoar masalah kesetaraan gender terutama terhadap Negara berkembang dewasa ini, wilayah nusantara telah lama mempunyai pahlawan gender yang luar biasa. Laksamana perang wanita pertama di dunia.</p>
<p>Nama Malahayati saat ini terserak di mana-mana, sebagai nama jalan, pelabuhan, rumah sakit, perguruan tinggi dan tentu saja … nama kapal perang.  KRI Malahayati, satu dari tiga fregat berpeluru kendali MM-38 Exocet kelas Fatahillah.  Bahkan lukisannya diabadikan di museum kapal selam surabaya. di Pun demikian, entah kenapa tak banyak yang mengenal namanya. “Siapa sih Malahayati itu?” begitu sering kita dengar. Hanya ada jawaban, “Oh, dia itu Laksamana“.</p>
<p>Laksamana Malahayati grande dame (perempuan yang agung). Pahlawan emansipasi yang terlupakan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rindamiskandarmuda.mil.id/laksamana-malahayati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
