<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rindam Iskandar Muda Nanggroe Aceh Darussalam &#187; Wisata</title>
	<atom:link href="http://rindamiskandarmuda.mil.id/category/serba-serbi/wisata/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rindamiskandarmuda.mil.id</link>
	<description>Resimen Induk Daerah Militer, Iskandar Muda, Nanggroe Aceh Darussalam, TNI Angkatan Darat</description>
	<lastBuildDate>Wed, 09 May 2012 03:53:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Tradisi Budaya Perahu Baganduang Lubuk Jambi</title>
		<link>http://rindamiskandarmuda.mil.id/tradisi-budaya-perahu-baganduang-lubuk-jambi/</link>
		<comments>http://rindamiskandarmuda.mil.id/tradisi-budaya-perahu-baganduang-lubuk-jambi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Sep 2010 03:38:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Suhendra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[NAD]]></category>
		<category><![CDATA[Rindam]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rindamiskandarmuda.mil.id/?p=5192</guid>
		<description><![CDATA[Masyarakat Kuantan Singingi memiliki beragam tradisi budaya yang unik, yang digelar setiap tahun setelah hari raya seperti di Idul Fitri 1431 Hijriyah. Masyarakat Lubuk memiliki budaya perahu baganduang (Perahu yang digandeng dua atau tiga) sepanjang sungai batang kuantan. Keunikkannya terletak pada perahu yang digandeng dua atau tiga unit, dengan dihiasi berbagai macam atribut berupa tonggak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong></strong><a href="http://rindamiskandarmuda.mil.id/wp-content/uploads/2010/09/perhu-bgndung.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-5193" title="perhu-bgndung" src="http://rindamiskandarmuda.mil.id/wp-content/uploads/2010/09/perhu-bgndung-300x202.jpg" alt="" width="283" height="190" /></a>Masyarakat Kuantan Singingi  memiliki beragam tradisi budaya yang unik, yang digelar setiap tahun  setelah hari raya seperti di Idul Fitri 1431 Hijriyah.</p>
<p>Masyarakat Lubuk memiliki budaya perahu baganduang (Perahu yang digandeng dua atau tiga) sepanjang sungai batang kuantan.</p>
<p>Keunikkannya  terletak pada perahu yang digandeng dua atau tiga unit, dengan dihiasi  berbagai macam atribut berupa tonggak (tiang) yang diberi lambang tanduk  kerbau, hiasan gambar Presiden dan Wakil Presiden, cermin, payung dan  kubah masjid.</p>
<p>Bupati Kuansing H. Sukarmis diwakili Asisten  Ekonomi dan Pembangunan H. Marduyut mengatakan, tradisi ini memiliki  keunikan meski di daerah lain juga ada perahu hias akan tetapi keunikkan  serta makna yang terkandung di dalamnya berbeda.</p>
<p>Hal ini  disebabkan, makna yang terkandung dalam perahu ini lebih spesifik dan  memberi pencerahan, petunjuk ajaran dan melambangkan kehidupan yang  dialami masyarakat saat ini.</p>
<p>Misalnya payung dalam perahu  melambangkan tempat berlindung, tanduk kerbau melambangkan masyarakat  hidup dalam peternakan, kubah masjid melambangkan beragama Islam, bulan  dan bintang melambangkan mengaji di surau dan masjid.</p>
<p>&#8220;Tradisi  budaya Perahu Bergandeng ini jangan sampai menjadi slogan semata, akan  tetapi harus dilestarikan untuk dapat dikunjungi para wisatawan,&#8221;  paparnya.</p>
<p>Tokoh masyarakat Drs. Nasrun Rasyid menilai perahu yang  dimiliki masyarakat Lubuk Jambi ini tidak ada duanya di Indonesia dan  sangat indah dipandang serta memiliki keunikkan tersendiri.</p>
<p>Oleh  karena itu, perlu diperkenalkan kepada para wisatawan di masa mendatang  karena tradisi ini tidak pernah datang begitu saja, akan tetapi  memerlukan proses bertahun-tahun lamanya, ujarnya.</p>
<p>Perahu  bergandeng yang ditampilkan tahun ini diikuti sebanyak delapan buah yang  berasal dari lima desa, yang hilir dari hulu sungai kuantan dan menuju  pancang finish (berjarak satu kilometer).</p>
<p>Semua perahu yang  dihias indah bersama awaknya, secara beriringan dengan dipertontonkan  kepada masyarakat yang berjejel di pinggir sungai kuantan melaju ke  tujuan akhir yang ditentukan.(Kompas.com)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rindamiskandarmuda.mil.id/tradisi-budaya-perahu-baganduang-lubuk-jambi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kebudayaan bumi Cenderawasih</title>
		<link>http://rindamiskandarmuda.mil.id/kebudayaan-bumi-cenderawasih/</link>
		<comments>http://rindamiskandarmuda.mil.id/kebudayaan-bumi-cenderawasih/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Aug 2009 02:51:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Suhendra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[NAD]]></category>
		<category><![CDATA[Rindam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rindamiskandarmuda.mil.id/?p=1748</guid>
		<description><![CDATA[Tifa bertabuh merangkai irama. Riuh penari melantunkan syair dari atas perahu menuju dermaga Kalkote, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, tempat berlangsungnya Festival Danau Sentani, Jumat (19/6). Satu per satu kelompok tari dari tiap kampung dan distrik berbaris di samping panggung. Tidak kurang 24 kelompok tari dengan ciri khas masing-masing tampil di festival tahunan yang kedua kalinya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-1749" title="ppua" src="http://rindamiskandarmuda.mil.id/wp-content/uploads/2009/08/ppua.jpg" alt="ppua" width="201" height="135" />Tifa bertabuh merangkai irama. Riuh penari melantunkan syair dari atas perahu menuju dermaga Kalkote, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, tempat berlangsungnya Festival Danau Sentani, Jumat (19/6).</p>
<p>Satu per satu kelompok tari dari tiap kampung dan distrik berbaris di samping panggung. Tidak kurang 24 kelompok tari dengan ciri khas masing-masing tampil di festival tahunan yang kedua kalinya digelar.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada tari Tanini dari Distrik Kaureh, penari mengenakan pakaian tradisional mallo dari kulit kayu dihiasi kalung khenahari dari manik-manik dan hiasan oranauw-menauw di pergelangan kaki dan tangan. Para laki-laki penari membawa busur dan anak panah dilengkapi topi berhias burung cenderawasih sebagai simbol kebesaran.</p>
<p style="text-align: justify;">Di sudut lain, penari dari Kampung Assei meriasi wajah dan tubuhnya dengan cat putih dan merah dan penari dari Kampung Putali menari-nari kecil di ujung dermaga. Kampung Putali kali ini akan membawakan tari Sia Kimbung, tari tradisional yang menggambarkan kegembiraan saat  membawa hasil buruan atau hasil kebun. Pakaian dan atribut mereka pun berasal dari dedaunan, akar pohon, dan janur.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-1750" title="ppu1" src="http://rindamiskandarmuda.mil.id/wp-content/uploads/2009/08/ppu1.jpg" alt="ppu1" width="204" height="142" />Pertunjukan berlanjut dengan tarian di atas perahu berkeliling Danau Sentani. Sorak-sorai penonton kian menyulut semangat penari, seakan enggan menghentikan gerak tubuh.</p>
<p style="text-align: justify;">Luas Danau Sentani sekitar 9.360 hektar di ketinggian lebih dari 75 meter di atas permukaan laut. Danau ini salah satu danau terbesar di Papua dan menjadi bagian dari Cagar Alam Cycloops yang luasnya sekitar 245.000 hektar.</p>
<p>Hamparan air dengan pulau-pulau membentuk susunan bukit menghijau di tengah danau yang memiliki kekayaan biota danau. Tumbuhan dan hewan endemik khas Papua hidup di danau eksotis ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Festival Danau Sentani boleh jadi seremoni tahunan untuk menjamu wisatawan, tetapi syair dan gerak tari pesertanya  mengisyaratkan pesan damai dari kemajemukan budaya dan masyarakat di Bumi Cenderawasih ( Kompas.com )</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rindamiskandarmuda.mil.id/kebudayaan-bumi-cenderawasih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

