DANRINDAM ISKANDAR MUDA MEMBERIKAN PENGETAHUAN PROXY WAR KEPADA KADER BELANEGARA

Banda Aceh (11/12/2108), Danrindam Iskandar Muda Kolonel Inf Niko Fahrizal, M.Tr (Han), Memberikan Materi Tentang Proxy War atau lebih dikenal dengan Perang Tanpa Bentuk pada Acara Kegiatan Pembentukan Kader Bela Negara Tahun 2018 yang diikuti oleh para Kader dari masing-masing gampong dalam wilayah Kecamatan Se-Kota Banda Aceh yang dilaksanakan di Hotel 88 Jalan Syiah Kuala Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh yang diadakan oleh Kesbangpol Provinsi Aceh.

Lebih lanjut Danrindam IM berbicara tentang dampak peak oil theory (teori puncak minyak) terhadap geopolitik dunia dan Indonesia. Menipisnya produksi minyak, kata Kolonel Inf Niko Fahrizal, M.Tr(Han), membawa dampak berantai, seperti perubahan gaya hidup dan model bisnis, krisis/depresi ekonomi, hingga meningkatnya kejahatan dan konflik. “Depresi ekonomi pasti sebanding dengan meningkat nya kejahatan dan konflik. Dan bermuara pada persaingan global,” kata Kolonel Inf Niko. Di sisi lain, populasi dunia terus bertambah, yang di tahun 2017 akan berjumlah 8 milyar orang. Normalnya, daya tampung bumi hanya 3-4 milyar orang.

“Setiap hari ada 41.095 anak-anak di dunia meninggal karena kemiskinan, kelaparan dan kesehatan buruk,” ungkapnya. Di satu sisi, ketersediaan energi fosil, khususnya minyak, makin menipis. Di sisi lain, kebutuhan konsumsi energi terus meningkat 40 persen akibat penambahan populasi dunia. Tetapi saat ini, kata Kolonel Inf Niko, terjadi pergeseran dari energi fosil ke energi hayati. Bicara energi hayati, adanya di negara-negara di dekat ekuator : Asia Tenggara, Afrika Tengah dan Amerika Latin. “Di Asia tenggara, yang terbesar adalah di kepulauan Indonesia. Indonesia kaya semuanya,” jelasnya.

Pada titik itulah, ungkap Kolonel Inf Niko, Indonesia dengan kekayaan alamnya akan menjadi rebutan. Dia kemudian mengutip Ungkapan Bapak Presiden RI yang Pertama Soekarno: “kekayaan alam Indonesia suatu saat nanti akan membuat iri negara-negara di dunia.” Dalam konteks itulah, Indonesia akan terus menjadi incaran untuk dilemahkan dan direbut kekayaan alamnya.


Berikut 6 ancaman menurut Danrindam IM :
Pertama, pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di Darwin
Kedua, masalah laut Tiongkok selatan
Ketiga, manuver Five Power Defence Arrangements (FPDA)
Keempat, ancaman Narkoba
Kelima, ancaman terorisme
Keenam, persaingan ekonomi

Namun Kolonel Inf Niko meyakini bahwa untuk menguasai Indonesia tidaklah mudah. “Karena kita punya Pancasila dan itu sudah teruji. Jadi jangan coba-coba rubah Pancasila yang merupakan intisari nilai luhur yang diambil dari budaya dan kearifan lokal. Pancasila ini intisari dari nilai agama. Pancasila pemersatu yang sangat Bhinneka Tunggal Ika. Itu yang harus kita yakini,” Ucap Kolonel Inf Niko.

Leave a Reply