<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rindam Iskandar Muda Nanggroe Aceh Darussalam &#187; Pahlawan</title>
	<atom:link href="http://rindamiskandarmuda.mil.id/tag/pahlawan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rindamiskandarmuda.mil.id</link>
	<description>Resimen Induk Daerah Militer, Iskandar Muda, Nanggroe Aceh Darussalam, TNI Angkatan Darat</description>
	<lastBuildDate>Wed, 09 May 2012 03:53:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>CUT MEUTIA (1870-1910)</title>
		<link>http://rindamiskandarmuda.mil.id/cut-meutia-1870-1910/</link>
		<comments>http://rindamiskandarmuda.mil.id/cut-meutia-1870-1910/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jul 2010 05:13:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Suhendra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[NAD]]></category>
		<category><![CDATA[Rindam]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rindamiskandarmuda.mil.id/?p=4812</guid>
		<description><![CDATA[PAHLAWAN PEJUANG KEMERDEKAAN Pameo yang mengatakan wanita sebagai insan lemah dan harus selalu dilindungi tidak selamanya benar. Itu dibuktikan oleh Cut Nyak Meutia, wanita asal Nangroe Aceh Darussalam, yang terus berjuang melawan Belanda hingga tewas diterjang tiga peluru di tubuhnya?. Cut Meutia dilahirkan di Perlak, Aceh pada tahun 1870. Masa kecil dan remajanya diliputi suasana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff0000;">PAHLAWAN PEJUANG KEMERDEKAAN</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://rindamiskandarmuda.mil.id/wp-content/uploads/2010/07/Cut-Meutia.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-4813" title="Cut Meutia" src="http://rindamiskandarmuda.mil.id/wp-content/uploads/2010/07/Cut-Meutia.jpeg" alt="" width="161" height="174" /></a>Pameo yang mengatakan wanita sebagai insan lemah dan harus selalu dilindungi tidak selamanya benar. Itu dibuktikan oleh Cut Nyak Meutia, wanita asal Nangroe Aceh Darussalam, yang terus berjuang melawan Belanda hingga tewas diterjang tiga peluru di tubuhnya?.</p>
<p style="text-align: justify;">Cut Meutia dilahirkan di Perlak, Aceh pada tahun 1870. Masa kecil dan remajanya diliputi suasana peperangan antara Aceh dengan Belanda yang berkepanjangan. suasana perang itu membentuk pribadinya menjadi pejuang. Perjuangannya didukung oleh suaminya Teuku Cuk Tunong. Suami-Istri itu mengadakan perang gerilya dan penyergapan terhadap Patroli Belanda. meskipun beberapa pemimpin tertangkap dan ada ajakan untuk berdamai dari Belanda namun para pejuang itu Pantang mundur.</p>
<p style="text-align: justify;">Kesulitan besar dihadapi Cut Meutia ketika pada bulan Mei 1905, Teuku Cuk Tunong ditangkap Belanda dan dijatuhi hukuman mati. Kematian suaminya tidak membuatnya jera untuk terus berjuang. Ia mengikuti pesan suaminya, Cuk Tunong untuk menikah lagi dengan teman akrab suaminya, Pang Nagru. Bersama suaminya yang baru itu, ia meneruskan perjuangan. Dalam pertempuran sengit di Paya Cicem, pada tanggal 26 September 1910 Pang NAgru suaminya terbunuh tetapi Cut Meutia dapat meoloskan diri. Ia dengan pasukan berkekuatan 45 orang dengan 13 pucuk senjata melanjutkan perjuangan. Anaknya yang berumur sebelas tahun dan bernama Raja Sabil mengikuti Ibunya dalam berbagai medan pertemuran.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena kekuatan pasukan tidak seimbang lagi maka Cut Meutia berpindah-pindah dari suatu daerah ke daerah lain. Melihat kondisi fisik pasukan yang memprihatinkan, beberapa kerabat keluarganya menyarankan agar Cut Meutia menyerahkan diri dan mohon pengampunan. Anjuran itu ditolaknya mentah-mentah.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada suatu saat tempat persembunyian pasukannya diketahui pihak musuh. Belanda mengadakan pengepungan basis pasukannya tetapi tidak membuat Cut Meutia menyerah. Pertempuran sengit dengan tentara Belanda terjadi, tokoh wanita ini tertembak kakinya. PAsukan Belanda memerintahkan para pejuang untuk menyerah tetapi tidak dihiraukan Cut Meutia. Sebaliknya, Cut Meutia menghunuskan pedangnya dan dengan sengit menyerang tentara Belanda dihadapanya. Korban di pihak Belanda pun berjatuhan tetapi beberapa butir peluru bersarang di tubuhnya menyebabkan pejuang wanita itu pun roboh dan gugur.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rindamiskandarmuda.mil.id/cut-meutia-1870-1910/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sultan Iskandar Muda</title>
		<link>http://rindamiskandarmuda.mil.id/415/</link>
		<comments>http://rindamiskandarmuda.mil.id/415/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 May 2009 03:11:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salehan jailani</dc:creator>
				<category><![CDATA[DLL]]></category>
		<category><![CDATA[Pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[NAD]]></category>
		<category><![CDATA[Rindam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rindamiskandarmuda.mil.id/?p=415</guid>
		<description><![CDATA[Pada masa Sultan Iskandar muda merupakan masa kegemilangan Aceh. Dia tidak hanya mampu menyusun dan menetapkan berbagai konsep qanun (undang-undang dan peraturan) yang adil dan universal, tetapi juga telah mampu melaksanakan secara adil dan universal pula. Sultan Iskandar Muda adalah Raja yang memperhatikan Agama dalam kepemimpinan,pada zaman beliau telah melaksanakan usaha Dakwah mengikuti cara kerja [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--> <!--[if gte mso 10]><br />
<mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --></p>
<p><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"><strong><span style="font-family: Arial;"><span style="color: #0000ff;"><img class="alignleft size-full wp-image-421" title="foto-sultan-iskandarmuda1" src="http://rindamiskandarmuda.mil.id/wp-content/uploads/2009/05/foto-sultan-iskandarmuda1.jpg" alt="foto-sultan-iskandarmuda1" width="200" height="286" /></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;">Pada masa Sultan Iskandar muda merupakan masa kegemilangan Aceh. Dia tidak hanya mampu menyusun dan menetapkan berbagai konsep qanun (undang-undang dan peraturan) yang adil dan universal, tetapi juga telah mampu melaksanakan secara adil dan universal pula. Sultan Iskandar Muda adalah Raja yang memperhatikan Agama dalam kepemimpinan,pada zaman beliau telah melaksanakan usaha Dakwah mengikuti cara kerja Baginda Rosullah SAW. Terbukti masuknya islam kejawa di dakwahkan oleh orang Aceh.dan masih banyak Negara yang telah dimasuki usaha dakwah pada masa kerajaan sultan iskandar Muda. Sebagai seorang yang masih sangat muda menduduki tahta kerajaan (usia 18-19 tahun),kesuksesan Sultan Iskandar Muda sebagai penguasa Kerajaan Aceh Darussalam telah mendapat pengakuan bukan hanya dari rakyatnya, tetapi dari musuh-musuhnya dan bangsa asing di seluruh dunia.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;">Sultan Iskandar Muda telah berhasil menyatukan seluruh wilayah semenanjung</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;">tanah Melayu di bawah panji kebesaran Kerajaan Aceh Darussalam. Dia juga telah berhasil menjalin hubungan diplomasi perdagangan dengan berbagai bangsa Asing,</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;">pada masa pemerintahannya, Kerajaan Aceh Darussalam benar-benar menjadi salah satu pusat ilmu pengetahuan dan tamaddun di Asia Tenggara yang paling banyak dikunjungi oleh para kaum pelajar dari seluruh dunia.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;">Selama lebih kurang 30 tahun masa pemerintahannya, yaitu (1606 &#8211; 1636 M) dia</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;">telah berhasil membawa Kerajaan Aceh Darussalam ke atas puncak kejayaannya, hingga</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;">mencapai peringkat kelima di antara kerajaan Islam terbesar di dunia.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;">Silsilah, Kelahiran dan Masa Kecil Sultan Iskandar Muda</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;">Sampai saat ini belum diketahui secara pasti mengenai tahun kelahiran Sultan</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;">Iskandar Muda. Namun dari hasil identifikasi atas beberapa sumber yang ada</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;">menegaskan bahwa dia lahir sekitar tahun 1583. (Denys Lombard, 1991: 225-226). Ibunya keturunan keluarga Raja Darul Kamal (Malaka) bernama Puteri Raja Indra Bangsa, yang juga dikenal dengan nama Paduka Syah Alam, Puteri Sultan Alaidin Ri’ayat</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;">Syah (1589-1604). Sultan Ri’ayat Syah adalah putera Sultan Firman Syah bin Sultan</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;">Inayat Syah. ( Hikayat Aceh : par. 16, 72). Sedangkan ayahnya bernama Sultan Alauddin</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;">Mansur Syah putera dari Sultan Abdul Jalil bin Sultan ’Alaiddin Ri’ayat Syah Al-Kahhar</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial;">(1539-1571). Pada kurun-kurun berikutnya keturunan ayahnya inilah yang dikenal</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;">sebagai keturunan Raja Makota Alam I (Denys Lombard: 1991, 223). </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rindamiskandarmuda.mil.id/415/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

