<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rindam Iskandar Muda Nanggroe Aceh Darussalam &#187; Profil</title>
	<atom:link href="http://rindamiskandarmuda.mil.id/tag/profil/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rindamiskandarmuda.mil.id</link>
	<description>Resimen Induk Daerah Militer, Iskandar Muda, Nanggroe Aceh Darussalam, TNI Angkatan Darat</description>
	<lastBuildDate>Wed, 09 May 2012 03:53:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Darmawisata Ibu Persit Kartika Chandra Kirana Cabang IX Rindam PD Iskandar Muda</title>
		<link>http://rindamiskandarmuda.mil.id/darmawisata-ibu-persit-kartika-chandra-kirana-cabang-ix-rindam-pd-iskandar-muda/</link>
		<comments>http://rindamiskandarmuda.mil.id/darmawisata-ibu-persit-kartika-chandra-kirana-cabang-ix-rindam-pd-iskandar-muda/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 May 2009 14:10:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Suhendra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Profil]]></category>
		<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>
		<category><![CDATA[NAD]]></category>
		<category><![CDATA[Rindam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rindamiskandarmuda.mil.id/?p=552</guid>
		<description><![CDATA[Pengurus Persit Kartika Chandra Kirana Cabang IX Rindam PD Iskandar Muda tampak berfoto bersama di depan Mako Rindam,  sebelum mengawali serangkaian kegiatan Dharma Wisata ke tempat &#8211; tempat yang memiliki nilai sejarah di seputaran Nanggroe Aceh Darussalam.  Keceriaan serta kebahagiaan senantiasa terpancar dari wajah &#8211; wajah cantik yang dibalut jilbab merah serta kaos putih sehingga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-553" title="dsc_0124" src="http://rindamiskandarmuda.mil.id/wp-content/uploads/2009/05/dsc_0124-300x200.jpg" alt="dsc_0124" width="152" height="101" /> Pengurus Persit Kartika Chandra Kirana Cabang IX Rindam PD Iskandar Muda tampak berfoto bersama di depan Mako Rindam,  sebelum mengawali serangkaian kegiatan Dharma Wisata ke tempat &#8211; tempat yang memiliki nilai sejarah di seputaran Nanggroe Aceh Darussalam.  Keceriaan serta kebahagiaan senantiasa terpancar dari wajah &#8211; wajah cantik yang dibalut jilbab merah serta kaos putih sehingga semakin menampakkan semangat serta antusias para ibu &#8211; ibu Pengurus Persit Kartika Chandra Kirana Cabang IX Rindam Iskandar Muda untuk memulai Dharma Wisata tersebut.  Kegiatan pada hari itu bukan hanya sebagai sarana rekreasi semata namun lebih ditujukan sebagai sarana untuk lebih mengenal akar budaya serta sejarah daerah setempat.  Seperti pepatah mengatakan &#8221; Dimana Bumi di pijak di situ langit di junjung&#8221;.<span id="more-552"></span></p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-592" title="dsc_01361" src="http://rindamiskandarmuda.mil.id/wp-content/uploads/2009/05/dsc_01361-300x200.jpg" alt="dsc_01361" width="141" height="94" /></p>
<p style="text-align: justify;">Di bawah bimbingan Ibu Sari I Made Agra Sudiantara membuat kami semakin mengerti dan memahami makna kasih sayang, persahabatan dan persaudaraan. Diantara  serangkaian Foto ini tergambar jelas kebersamaan tersebut, di antara seribu perbedaan yang ada mampu menyatu dalam kebersamaan.  Nanggroe Aceh Darussalam adalah suatu daerah yang  dikenal oleh sebagian orang sebagai daerah Ex-konflik dan Ex-Tsunami, mungkin bagi sebagian orang merasa enggan ataupun ngeri untuk datang ke daerah ini, namun sesungguhnya Nangroe Aceh Darussallam merupakan suatu tempat yang sangat Exotis.<!--more--></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-593" title="dsc_0156" src="http://rindamiskandarmuda.mil.id/wp-content/uploads/2009/05/dsc_0156-300x200.jpg" alt="dsc_0156" width="139" height="93" /> Tujuan pertama yaitu pantai Lhok Nga arah selatan Banda Aceh dimana pantai tersebebut memiliki pamandangan alam yang sangat elok, sekalipun beberapa waktu yang lalu pernah di hantam gelombang Tsunami yang meluluhlantahkan pemukiman penduduk yang ada, namun karena kebesaran Tuhanlah diantara kisahnya yang tersimpan pemandangan Pantai Lhok Nga tetap indah dan slalu di rindukan tuk di datangi oleh setiap masyarakat sampai juga para turis manca negara datang tuk melihat pemandangan dan birunya air laut pantai Lhok Nga.</p>
<p style="text-align: justify;"><!--more--></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-594" title="dsc_0249" src="http://rindamiskandarmuda.mil.id/wp-content/uploads/2009/05/dsc_0249-300x200.jpg" alt="dsc_0249" width="139" height="92" /> Puas menikmati pesona alam Pantai Lhok Nga, kamipun melanjutkan perjalanan menuju salah satu peninggalan bersejarah yaitu &#8221; Rumah Cut Nyak Dien&#8221; &#8230;, saat memasuki areal rumah itu terbesit kekaguman di hati kami. Kamipun di sambut oleh petugas cagar budaya yang memandu kami berkeliling serta menjelaskan satu persatu dari peristiwa apa saja yang di tinggalkan oleh rumah tersebut. Luar biasa&#8230;.mungkin itulah ungkapan yang tepat mewakili kekaguman kami pada sosok Cut Nyak Dien, seorang wanita yang memiliki kebesaran jiwa di mana ia tetap melanjutkan perjuangan sang suami hingga titik darah penghabisan. Suatu wacana bagi kita wanita Indonesia akankah semangat juang dan kebesaran hati Cut Nyak Dien tetap bisa kita teladani dan terus bergelora di dalam dada.<!--more--></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-595" title="dsc_0305" src="http://rindamiskandarmuda.mil.id/wp-content/uploads/2009/05/dsc_0305-300x200.jpg" alt="dsc_0305" width="138" height="94" /> Perjalanan kamipun dilanjutkan menuju Kapal PLTD yang berada di selatan kota Banda Aceh, kapal tersebut kembali mengingatkan kita pada peristiwa Tsunami yang telah memporak porandakan Nanggroe Aceh Darussalam beberapa waktu yang lalu, sebuah kapal PLTD yang memiliki berat ribuan ton mampu berpindah tempat dari laut ke daratan hanya dengan sekali hempas&#8230;.sungguh besar kuasa Allah SWT. Puas berkeliling maka kamipun mengabadikan gambar kami di depan Kapal PLTD tersebut.<!--more--></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-596" title="dsc_0325" src="http://rindamiskandarmuda.mil.id/wp-content/uploads/2009/05/dsc_0325-300x200.jpg" alt="dsc_0325" width="134" height="90" /> Melanjutkan perjalan kami pun menuju &#8220;Aceh Tsunami Museum&#8221;, yang tempatnya tak jauh dari Kapal PLTD , tepatnya hampir di jantung kota Banda Aceh. Aceh Tsunami Museum merupakan tempat kumpulan dokumentasi kejadian bencana Tsunami yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004.  Cuaca mulai terasa terik waktu itu namun tak mengurangi semangat dan kecerian kami ,  dan kamipun berpose sejenak di depan Musium Tsunami tersebut.<!--more--></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-597" title="dsc_0334" src="http://rindamiskandarmuda.mil.id/wp-content/uploads/2009/05/dsc_0334-300x200.jpg" alt="dsc_0334" width="136" height="90" /> Perjalanpun kami lanjutkan menuju &#8221; Masjid Raya Baiturrachman&#8221;  yang identik dengan Banda Aceh serta merupakan tempat ibadah yang menjadi saksi kedasyatan Tsunami yang menerjang bangunan Mesjid Raya Baiturrachaman. Kamipun tak menyia &#8211; nyiakan kesempatan tersebut dengan langsung berpose di depan Masjid Raya Baiturrachman.  Perjalanan kamipun berlanjut ke tujuan terakhir yaitu &#8220;Kapal Apung&#8221; yang terletak di desa Lampuloo Banda Aceh,  cuaca Banda Aceh kian terik namun tetap tak menyurutkan langkah Ibu-ibu Penggurus Persit Kartika Chandra Kirana Cabang IX Rindam untuk tetap tersenyum di setiap aksi gayanya di depan kamera. &#8221; Kapal Apung &#8221; ini juga senantiasa mengingatkan akan kebesaran Tuhan pada siapapun yang melihatnnya, bahwa tak ada yang mustahil dalam hidup ini jika Allah sudah berkehendak. <!--more--></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-598" title="dsc_0345" src="http://rindamiskandarmuda.mil.id/wp-content/uploads/2009/05/dsc_0345-300x200.jpg" alt="dsc_0345" width="130" height="79" /> Seperti kisah kapal ini yang mampu menyelamatkan 58 nyawa dalam peristiwa Tsunami beberapa tahun yang lalu.  Demikianlah kami akhiri perjalan Dharma Wisata kami menjelajahi sekelumit kisah dan pemandangan yang ada di Serambi Mekkah, banyak pelajaran yang bisa kami petik dari perjalanan ini, yang bisa kami jadikan pedoman untuk kehidupan kami di masa yang akan datang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rindamiskandarmuda.mil.id/darmawisata-ibu-persit-kartika-chandra-kirana-cabang-ix-rindam-pd-iskandar-muda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

