<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rindam Iskandar Muda Nanggroe Aceh Darussalam &#187; rindam iskandar</title>
	<atom:link href="http://rindamiskandarmuda.mil.id/tag/rindam-iskandar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rindamiskandarmuda.mil.id</link>
	<description>Resimen Induk Daerah Militer, Iskandar Muda, Nanggroe Aceh Darussalam, TNI Angkatan Darat</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Feb 2012 00:28:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Memuliakan Wanita</title>
		<link>http://rindamiskandarmuda.mil.id/memuliakan-wanita/</link>
		<comments>http://rindamiskandarmuda.mil.id/memuliakan-wanita/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2009 18:27:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salehan jailani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>
		<category><![CDATA[muda memuliakan wanita]]></category>
		<category><![CDATA[Rindam]]></category>
		<category><![CDATA[rindam iskandar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rindamiskandarmuda.mil.id/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[Memuliakan kaum wanita adalah salah satu cirri dari orang yang berbudi pekerti luhur. Setiap prajurit dituntut agar menjadi orang yang memuliakan kaum wanita karena selain hal tersebut merupakan tanda dari kemuliaan diri seseorang , juga khusus bagi seorang prajurit, juga khusus bagi seorang prajurit,merupakan salah satu “WAJIB TNI” dari delapan wajib TNI yang harus dilaksanakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-155" title="images" src="http://rindamiskandarmuda.mil.id/wp-content/uploads/2009/04/images.jpg" alt="images" width="100" height="80" />Memuliakan kaum wanita adalah salah satu cirri dari orang yang berbudi pekerti luhur. Setiap prajurit dituntut agar menjadi orang yang memuliakan kaum wanita karena selain hal tersebut merupakan tanda dari kemuliaan diri seseorang , juga khusus bagi seorang prajurit, juga khusus bagi seorang prajurit,merupakan salah satu “WAJIB TNI” dari delapan wajib TNI yang harus dilaksanakan oleh setiap prajurit.</p>
<p>Diantara alasan kenapa kita memuliakan wanita adalah karena wanita dalam hal ini ”Ibu”lah yang melahirkan kita. Dengan kata lain kita dilahirkan oleh seorang wanita, oleh sebab itu kewajiban berbakti kepada ibu tingkatannya tiga kali lipat dibandingkan dengan kewajiban berbakti kepada ayah. Wanita adalah isteri kita, yang telah berkorban fisik maupun psikis untuk suaminya, juga dialah yang mengandung dan melahirkan analk-anak kita. Karena itu pula wanita disebut sebagai TIANG NEGARA. Jika baik wanita akan baiklah negara, sebaliknya juga rusak wanita dalam suatu negara pulalah negara itu. Dan SURGA berada di bawah kaki wanita (ibu).</p>
<p>Bahasan pada bagian ini akan lebih saya khususkan pada ”Memuliakan Isteri”,sebab isteri adalah wanita yang paling dekat kepada kita dalam keberadaan kita sebagai seorang suami. Dan bagi prajurit yang saat ini masih hidup membujang pun suatu saat akan menjadi suami dari seorang wanita.</p>
<p>Berikut ini beberapa hal yang harus dilakukan yang merupakan tanda bagi seorang suami yang menyayangi, menghargai dan memuliakan isteri, yaitu :</p>
<p>A. MELINDUNGI ISTERI</p>
<p>Tuhan telah menakdirkan bahwa lelaki merupakan pemimpin bagi kaum wanita.Suami adalah pemimpin dan pelindung bagi isterinya. Kerena secara fisik laki-laki lebih kuat dan laki-laki berkewajiban mencari dan memberi nafkah kepada isteri.Di dalam banyak hal laki-laki lebih condong pada rasio dari pada perasaan dibandingkan wanita yang lebih condong didominasi perasaan.</p>
<p>Ketika seorang wanita telah menikah (berumah tangga),maka berakhirlah tanggung jawab terhadap terhadap diri wanita tersebut dari orang tua dan saudara-saudaranya kepada lelaki yang saat ini menjadi suaminya.</p>
<p>Semasa masih bersama orang tuanya kepada orang tualah tempat ia mengadukan masalah yang dihadapi,kepada orang tua lah ia meminta bila memerlukan sesuatu dan kepada orang tua atau saudara-saudara nyalah ia meminta perlindungan bagi keamanan dirinya.Setelah bersuami keadaan pun berubah, kondisi obyektif yang dihyadapi seorang wanita adalah bahwa sekarang yang memimpin, menjaga dan mengayominya adalah ”Suaminya”.</p>
<p>Rumah boleh berdekatan dengan orang tua, tapi seorang isteri yang baik tidak akan serta-merta berlari kepada keluarganya untuk meminta perlindungan, mengadukan masalahnya, meminta pertolongan jika menghapi masalah. Ia telah bersuami dan kepada suaminya tempat ia mengadu dan menumpahkan isi hatimya. Si isteri akan merasa bersalah bila mengutamakan keluarga dan mengenyampingkan suami. Dan boleh jadi suami akan merasa sangat tersinggung bila dikesampingkan oleh isteri. Suami tidak mau dilangkahi karena merasa isteri adalah tanggung jawabnya. Keluarga juga akan sangat berhati-hati untuk ikut campur, sebab bisa jadi bukannya membantu menyelesaikan masalah, bahkan mungkin bisa menambah memperkeruh masalah.</p>
<p>Sehubungan dengan itu seorang suami seharusnya benar-benar memahami posisinya sebagai pemimpin didalam keluarga, sebagai pengayom bagi keluarga, juga memahami kondisi obyektif isteri bahwa suami adalah perlindungannya, suami merupakan tempat ia menumpahkan segala keluh kesah, suami adalah orang yang paling dekat dan paling cepat tempat ia meminta tolong. Suami adalah tempat curahan hati bagi sang isteri. Maka seorang suami harus melindungi istetrinya, itulah tanda ia memuliakan dan menyayangi isteri.</p>
<p>B. MENJAGA PERASAAN ISTERI</p>
<p>Jagalah perasaan isteri. Dengan susah payah ia telah memasak dan menyediakan makanan untuk kita. Mungkin saja makanan yang disuguhkan kepada sang suami kurang cocok dengan seleranya, lalu isteri bertanya, ”Mas,bagai mana rasanya makanan hari ini?”Suami berkata,”Alhamdulillah,masakan kamu hari ini sangat enak,cocok sekali dengan selera saya”. Tentu jawaban suami itu hanyalah basa-basi karena sebenarnya makanan yang dimasak isteri tidak sesuai seleranya, tapi ia tetap menghargai bahkan memuji, walaupun demian, ucapan, penmghargaan dan pujian suami itu akan mendatangkan kebaikan. Suami telah menjaga perasaan isteri, ia telah menunjukkan suka penghargaan atas kerja isteri.</p>
<p>Jika ada sesuatu dari kerja isteri atau tingkah laku, atau cara bertutur kata,atau cara berpakaian yang kurang pas dan ingin kita perbaiki, maka sampaikanlah dengan cara yang bijak, dengan ucapan yang lembut, agar tidak menyinggung apalagi menyakiti perasaannya dan tujuan suami bisa tercapai.</p>
<p>Isteri (wanita) itu ibarat tulanga rusuk yang bengkok, jika kita paksa meluruskannya ia akan patah tapi bila kita biarkan saja, ia akan bertambah bengkok. Rusuk yang dimaksud hanyalah sebuah metavor, bahwa wanita (isteri) sangat rasa maka kita harus bijak membimbing dan mengarahkannya. Suami harus berupaya ”Menjaga perasaan isteri”.</p>
<p>C. BERTERIMA-KASIH PADA ISTERI<br />
Jangan lupa berterima kasih pada isteri. Tentu sang isteri tidak mengharap ucapan terima kasih dari suami karena ia merasa apapun yang telah ia lakukan untuk suami adalah kewajibanya sebagai seorang isteri, sebagai mana suami tidak pernah mengharap terima kasih dari isteri sebab apapun yang ia lakukan untuk isteri dan anak-anaknya, ia menganggap itu sebagai kewajibannya. Walaupun demikian, adalah suatu sifat terpuji dan perbuatan mulia apabila seorang suami selalu menyampaikan atau mengutarakan kata terima kasihnya atas setiap kebaikan yang dilakukan isteri.</p>
<p>Setiap hari isteri berbuat baik untuk suami ia memasak menyediakan makanan. Juga mencuci pakaian suami yang kotor. Memang tugas seorang isteri agak sedikit ringan apabila dirumah disediakan pembantu rumah tangga. Tapi seperti kita makmlumi bahwa tidak pada setiap keluarga terdapat pembantu rumah tangga. Karena itu sang isteri sendirilah yang berkerja untuk rumah tangga, memasak, mencuci, menyetrika, menyiapkan keperluan sekolah, mengantar dan menjemput anaknya yang sekoplah taman kanak-kanak atau sekolah dasar, ia harus membantu suami mendidik anak. Dan tugas seorang isteri akan bertambah lebih berat apa bila ia membantu suaminya dengan bekerja mencari nafkah untuk keluarga.</p>
<p>Alangkah mulianya jika seorang suami berkata kepada isterinya”Terima kasih telah memasak makanan. Terima kasih telah membuatkan teh”.Ketika isteri menyetrika pakaian suami,lalu suami berkata, ”Terima kasih”. Ketika isteri membersihkan ruamah lalu suami berkata,”Terima kasih”. Ketika isteri memberikan hadiah ulang tahun suami lalu suami berkata,”Terima kasih”. Dan seterusnya,kita selalu menyampaikan terima kasih kepada isteri atas setiap kebaikan yang ia lakukan untuk kita sekecil apapun kebaikan itu.</p>
<p>D. MENGHARGAI PRESTASI KERJA ISTERI<br />
Seperti kita ketahui bahwa dijaman sekarang pun banyak wanita yang bekerja, yang berkaril sebagai mana kaum laki-laki. Ada President wanita, ada polisi wanita,ada pankir wanita, ada politisi wanita, ada ilmuan wanita, wanita menjadi guru, dosen, pegawai dan sebagainya. Boleh jadi isteri kita termasuk salah seorang wanita berkaril itu.</p>
<p>Berikanlah apresiasi terhadap jerih payah dan prestasi kerja yang diraih isteri didalam propesinya. Jangan merasa disaingin oleh isteri tapi isteri juga jangan merasa harus mendominasi karena penghasilannya lebih besar dari suami. Sebab sebesar apa pun prestasi kerja yang telah dicapai oleh isteri ia tetap lah isteri dari seoarang suami,ia harus tetap menghormati suaminya, sebagai mana setinggi apapun prestasi yang dicapai oleh seorang suami sesungguh ia adalah suami dari seorang wanita. Maka saling menghargai antara dengan yang lain sebagi suami isteri merupakan wujud dari budi pekerti mulia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rindamiskandarmuda.mil.id/memuliakan-wanita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

