TRADISI PEMBARETAN DAN PENGUKUHAN 237 PRAJURIT INFANTERI RINDAM IM

Aceh Besar- Sebanyak 237 Prajurit melaksanakan upacara Tradisi Pembaretan dan Pengukuhan Pendidikan Kejuruan Infanteri Abituren Dikmata TNI AD Gel I TA 2019 di Pantai Ujung Batee Aceh Besar. Rabu (27/11/19).

Latihan Yudha Wastu Pramukha dan Tradisi Pembaretan serta Pengukuhan Prajurit Infanteri merupakan bagian yang sangat penting dan tidak terpisahkan dari perjalanan hidup prajurit infanteri sejati.

Dalam pelaksanaan Upacara tradisi pembaretan dan pengukuhan tersebut Danrindam IM, Kolonel Inf Dwi Endrosasongko S. Sos., diwakili oleh Wadanrindam IM, Kolonel Inf Suhartono, S.I.P., bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup), sementara yang bertindak sebagai Komandan Upacara (Danup) adalah Dandodiklatpur Rindam IM, Letkol Inf Mustofa Akbar M, SE. M.I. Pol.

Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Danpussenif) Mayjen TNI Teguh Pudjo Rumekso dalam amanatnya yang dibacakan oleh Wadanrindam IM, menuturkan bahwa Yudha Wastu Pramuka mengandung arti yaitu prajurit infanteri merupakan pelaksana pertempuran terdepan dan menjadi penentu kemenangan dalam pertempuran jarak dekat di darat untuk mencari, mendekati dan menghancurkan musuh serta merebut menguasai dan mempertahankan medan.

“Oleh karena itu dengan disahkannya penggunaan baret Infanteri ini, menuntut para prajurit sekalian untuk senantiasa meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan fisik dengan didukung semangat juang, jiwa korsa serta kebanggaan yang tinggi terhadap kecabangan Infanteri sebagai bekal pengabdian kepada Bangsa dan Negara tercinta”. pesannya.

Setelah membacakan amanat Danpussenif, Wadanrindam IM mengatakan kepada Tamtama yang baru dilantik menjadi seorang prajurit Infanteri bahwa Baret Infanteri ini merupakan lambang kehormatan tertinggi bagi Prajurit Infanteri yang merupakan Queen Of The Battle.

“Prajurit Infanteri memiliki kemampuan untuk bergerak di setiap bentuk medan pertempuran baik di hutan, gunung, laut, sungai dan pantai dimana kemampuan tersebut tidak dimiliki oleh prajurit diluar kecabangan Infanteri. Oleh karena itu berbanggalah kalian menjadi Prajurit Infanteri,” ujarnya.

Di akhir amanat Danpussenif tak lupa memberikan semangat kepada prajurit muda Infanteri “SELAMAT BERTUGAS, TANAMKAN JIWA YUDHA WASTU PRAMUKA DAN TETAP SEMANGAT” dalam keadaan apapun.

Turut hadir dalam upacara tradisi pembaretan tersebut Aspers Kasdam IM diwakili Pabandya Dik, Distribusi A Rindam IM, tamu undangan serta para orang tua dan keluarga siswa.

Maaf, Komentar ditutup untuk halaman ini.